Monday, February 15, 2010

humpry & davi

Aku tak memperdulikan percikan air-air itu. Walaupun ia menganggu aku, tapi niat aku lebih utama.

Susunan langkah kian kemas, semangat dipaksakan untuk berkobar. Aku berhenti.

Kelihatan ia sangat tinggi: Bolehkah aku mendakinya?

Usai memikirkan sejenak tentang kudrat yang bakal habis bila mendaki, aku jadi buntu. Ini adalah kali pertama, seharusnya aku lebih bersemangat dari biasa.

Batu itu sangat cantik. Ukiran lubang di tengah batu itu sangat menarik perhatian. Aku berfikir sejenak kembali. Tentang air-air hujan atau limpahan sungai yang mengalir berjuta tahun sejak bumi ini dibentuk, adakah situasi itu mampu mengubah struktur batu itu?

Itu adalah imaginasi mengarut aku. Sedangkan yang sebenarnya adalah tentang bagaimana kehebatan makhluk atheis itu beraksi. Mungkin bertahun atau beribu tahun untuk melihat ia menjadi sebegitu. Andaian aku lagi.

20 anak tangga, aku tepuk dahi. Air itu semakin deras mengalir, aku biarkan. Semoga air itu membawa kesejahteraan kepada aku... amin...

******

Semangat kian mulai pudar, tenaga juga sudah banyak dihabiskan. Ilmu sudah terisi. Buku penuh dengan catatan. Aku tersenyum.

No comments:

Post a Comment